tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Budidaya Udang Galah di Kolam Sawah

3. Ciri-ciri pakan udang yang baik

a.Pakan memiliki Kandungan gizi yang sempurna
Pakan mengandung nutrisi yang lengkap dalam kadar yang seimbang, mudah dicerna dan diserap oleh tubuh udang dengan sangat cepat dan menghasilkan pertumbuhan yang cepat

b. Pakan memiliki daya tarik yang sempurna terhadap udang peliharaan.
Ditinjau dari nafsu makan udang dan kebiasaan makan dapat membuat udang tumbuh dengan pesat dan sama besa

c. Pakan mampu menhasilkan kulit udang yang keras
Pakan mengandung jumlah Kalcium yang mencukupi untuk memproduksi kulit yang keras dan tahan terhadap lingkungan luar, sehingga dapat mengakibatkan berat udang akan cepat naik

d. Pakan tidak mudah merusak kualitas air
Pakan yang baik akan memiliki bentuk, ukuran, tidak cepat rusak/membusuk, sehingga kualitas air tetap terjamin, dan dasar kolam tetap dalam keadaan baik, merupakan dua hal yang penting untuk mencapai pertumbuhan udang berkualitas

e. Kualitas Pakan Stabil
Pakan memiliki kandungan air sangat rendah, mudah untuk disimpan, tidak cepat rusak/jamuran atau tidak mudah membusuk, sehingga kandungan nutrisi pakan tetap stabil.

4. Konstruksi Kolam dan Perlengkapannya

a. Penampang kolam

konstruksi-kolam-budidaya-udang-galah

Keterangan :

a. Pematang
b. Bambu berlubang sebagai Inlet sekaligus aerasi
c. Current
e. Permukaan air
d. Plataran
f. Paralon (Out let)

Bambu berlubang sebagai inlet berfungsi untuk membantu adanya difusi Oksigen dari udara (semakin banyak in let bambu oksigen yang dihasilkan semakin banyak, dan kemiringan pematang serta plataran berfungsi untuk memberikan kondisi optimum bagi udang saat terjadi molting. Untuk mempermudah pengeringan kemiringan kolam dari in let ke arah out let dibuat + 5 º, jika diperlukan didepan out let dibuatkan tempat penampungan udang saat pemanenan.

Luas kolam untuk budidaya udang galah yang ideal berukuran antara 500 – 1.000 m2.

b. Shelter
Shellter dibuat dari potongan bilah bambu utuh yang dibelah dua kemudian dirangkai seperti kere, disusun berjajar dan dipasang dengan menggunakan pancang, shellter berfungsi untuk berlindung bagi udang dan mengurangi terjadinya kanibal dengan harapan survival rate (SR) akan tinggi. Menurut pengalaman semakin banyak shellter yang dipasang SR akan semakin tinggi.

5. Teknik pembenihan udang galah skala rumah tangga

a. Bak Pemeliharaan Larva
Bak pemeliharaan larva untuk pembenihan skala rumah tangga dapat dibuat dalam berbagai dimensi serta bahan utama seperti yang terlihat pada tabel 1 dibawah ini:

No. Bahan Pembuatan Dimensi
1. Dinding batu bata/batako, pasir, semen ( 2 x 1,1 x 1,2 ) m ( P x L x T ) (Kapasitas air 2 ton), bentuk dasar setengah lingkaran dan oval dinding licin

Keterangan : P = Panjang ; L = Lebar; T = Tinggi

b. Sistem pengairan
Sebuah pembenihan udang galah skala rumah tangga tidak memerlukan sistem pengairan yang terlalu rumit karena yang diperlukan hanyalah pipa pengeluaran dari dalam bak, pipa penguras air dan selang pensuplai air serta sebuah pompa portable kecil.

c. Sistem Aerasi
Bak pemeliharaan larva memerlukan aerasi sebagai sumber oksigen dan sumber penggerak massa air. Aerasi diperoleh melalui pemasangan aerator akuarium beberapa unit atau melalui blower mini. Bila menggunakan blower mini maka bak pemeliharaan perlu dilengkapi dengan pipa penyalur udara (dari pipa PVC 1/2 inch) yang diberi lubang sesuai dengan diameter dan jumlah selang udara yang akan dipergunakan.

Untuk mengatur agar pengeluaran udara sama besar juga diperlukan batu aerasi dan kran pengatur aerasi. Jumlah ideal titik aerasi dalam satu bak adalah 2,5 x luas bak dalam meter persegi permukaan air sehingga diperlukan minimal 6 – 8 buah batu aerasi seluas 2,2 meter persegi bak pemeliharaan larva. Batu aerasi sebaiknya mencapai kedalaman sekitar 5 cm di atas dasar bak sehingga penyediaan oksigen akan lebih merata.

d. Alat-alat Penunjang
Dalam masa operasional pemeliharaan sejak penebaran nauplius udang galah hingga pemanenan post larva (PL) udang galah diperlukan ala-alat penunjang seperti yang diuraikan pada Tabel 2 berikut:

Tabel 2. Daftar alat penunjang yang diperlukan

 No. Keperluan Alat  Ukuran
 1.  Pindah larva Serok halus
Serok besar
Ember lebar
20 micron
0,5 mm
20 liter
 2.  Saringan air Kantong saring
Keranjang saring
10 micron
0,5 mm
 3.  Pemberian pakan: Larva dan PL  Saringan kelapa  kecil, sedang, besar
 4.  Alat Penyimpan pakan  Kulkas  Portable
5.  Penetasan Artemia  Corong penetasan Saringan atemia  15 lite
10 micron
6.  Pengukuran suhu  Termometer  Celcius
7.  Pengukuran salinitas  Salino meter/ Refractometer
8.  Alat pensuplay air  Pompa DAB  1 inch
9.  Saluran air/udara  Pipa PVC  1 inch
10.  Suplay Oksigen  Aerator
Selang plastik
Batu aerasi
Pemberat timbal
Kran aerasi
 Mini 0,5 cm (“ D “)
11.  Tutup bak  Terpal Plastik  Sesuai bak
12.  Pembersih Bak  Spon Sikat lantai
13.  Pembersih kotoran Larva/suplay air  Selang sipon/spiral
Ember plastik
 0,5 inch 3/4 inch 1 inch 30 Liter
14.  Pembuatan pakan Buatan  Kompor
Dandang/Soblok
Baskom
Timbangan kue
Sendok sayur
Mixer/blander
Gayung pakan
15.  Treatmen air/ pengobatan  Ember plastik
Gayung plastik
Pipet ukur
Timbangan
Gelas ukur
 15 liter
0,5 liter
1 – 10 ml
minimal 2 digit
500 ml – 2000 ml
16.  Pembangkit listrik  PLN
Genset
 1300 watt
1000 watt
17.  Packing larva  Kantong Palstik
Karet
Tabung gas O2
 25 x 30 cm
18  Alat Penunjang Lainnya

Catatan : saringan yang berukuran dibawah 250 mikron biasanya menggunakan kain sablon

e. Bahan Penunjang

Dalam masa operasional pemeliharaan sejak penebaran nauplius udang galah hingga pemanenan post larva (PL) udang galah diperlukan ala-alat penunjang seperti yang diuraikan pada Tabel 2 berikut:

Tabel 3. Daftar Alat Penunjang Yang Diperlukan

No. Jenis bahan Keterangan pemakaian
Larva Udang Galah 100 s/d 150 ekor/liter
Pakan:
a. Pakan buatan:
– Skim
– Terigu
– Cumi-cumi
– Telur ayam/bebek
– Vitamin/mineralb. Alami:
– Artemia
– Dapnia
Dibuat sesuai kebutuhan

 

 

 

5 s/d 40 ekor artemia per larva s/d PL atau 1,5 kaleng/ bak/ siklus Dikultur terlebih dahulu diberikan untuk PL

 Obat-obatan:
a. Forazolidon
b. Prefuran
c. EDTA
d. Kaporit
e. Clorin
f. Natrium Tio Sulfat
g. Formalin
h. Malachite green
1 – 2 ppm (Untuk Bacteri)
1 – 2 ppm (Untuk Bacteri)
0,5 – 1 ppm (desinfectan /treatmen air)
5 – 150 ppm (desinfectan)
5 – 150 ppm (desinfectan) Penetraliser Kaporit/Clorin digunakan 2/3 ppm dari bahan terpakai (kaporit/clorin)
25 – 250 ppm (protozoa)
< 0,04 ppm (fungi/protozoa)

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme