tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Budidaya Udang Galah di Kolam Sawah

2. Sistem Pemeliharaan

a. Tahap Persiapan
1. Perbaikan pematang, pembuatan kemalir dan perbaikan kemiringan kolam dari pintu pemasukan air kearah pintu pengeluaran air, pemasangan saringan pada pintu masuk untuk menghindari masuknya kotoran atau binatang pemangsa.

2. Pengeringan dan pengolahan tanah sangat dianjurkan. Apabila dalam pengeringan mengalami kesulitan, pemberian kapur tohor guna memperbaiki struktur tanah perlu dilakukan (dosis disesuaikan dengan pH tanah dan jenis tanah).

3. Pemberantasan hama dan penyakit dapat menggunakan Saponin, Brestan 60, Rotenon dan zat-zat pemberantasan lainnya yang dianjurkan.

4. Untuk meningkatkan produktivitas lahan perlu pemberian pupuk/bahan organik (kompos dan lain-lain) diperlukan guna merangsang pertumbuhan jasad renik untuk makanan alami benur udang galah, penggunaan disesuaikan dengan daya dukung lahan:

  • Penggunaan pupuk: Pupuk kandang : 100 – 200 gr/m2, Pupuk Urea : 5 – 10 gr/m2, Pupuk TSP : 10 – 20 gr/m2,Kapur Tohor : 100 – 200 gr/m2
  • Pemupukan susulan dilakukan setiap 1 – 2 Minggu sekali dengan dosis: Pupuk kandang : 25 – 50 gr/m2, Pupuk Urea : 3 – 5 gr/m2, Pupuk TSP : 5 – 10 gr/m2
  • Pengisian air secara bertahap untuk disesuaikan dengan tahap pertumbuhan udang (tahap pendederan: 30-60 cm, pembesaran: 1-1,5 m). Setelah kondisi warna air stabil benur dapat ditebarkan.
  • Pemberian rumpon/shelter sebagai tempat berlindung/ berpijak, berupa daun kelapa, dan nipah, ranting bambu/ bambu belah dll.

5. Penebaran Benur :

  • Pilih benur yang baik dan sehat (baik dari alami maupun panti pembenihan) dengan tanda sebagai berikut; gerakan lincah, warna coklat/hitam cerah, ukuran seragam (homogen) dan lain-lain.
  • Benur ditebarkan ketempat yang telah dipersiapkan misal kolam pendederan, ataupun langsung ke kolam pemeliharaan yang telah dibebas hamakan sebelumnya. Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar udang tidak mengalami stress.

6. Kepadatan Benur :

Kepadatan benur yang dianjurkan disesuaikan dengan tehnologi/pola usaha yang digunakan : •

  • Penebaran benur udang galah menurut pengalaman petani dilakukan penebaran dengan kepadatan untuk ukuran Juvenil: 10 – 20 ekor/m2 dan untuk Tokolan kepadatan 5 – 10 ekor/m2, mengingat tehnologi dan pola budidaya yang digunakan dikatagorikan masih sangat sederhana (tradisional).
  • Untuk teknologi yang menggunakan pola tanam intensif, kepadatan benur yang ditebar berkisar 20 ekor/m2 ke atas, dan sangat tergantung dari daya dukung lahan, fasilitas/sarana/prasarana budidaya yang dimiliki serta kemampuan skil dan permodalan pembudidaya.

b. Pengendalian Kualitas Air

1. Kadar Garam (Salinitas)

Kadar garam yang baik untuk pertumbuhan udang galah berkisar antara 0 – 5 ppt (diukur dengan salinometer atau refractometer).

2. Warna dan Kekeruhan Air

  • Warna air hijau dan coklat adalah warna plankton atau jasad renik makanan alami udang galah. Perubahan warna secara mendadak akibat lingkungan kurang baik segera deperiksa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Kekeruhan akibat blomming plankton perlu dicegah dengan mempertahankan kejernihan sedalam 25-35 cm (diukur dengan Seichi Disk). Apabila kekeruhan lebih dangkal dari ketentuan diatas perlu ditambahkan air bersih bersamaan dengan pembuangan air.

3. Kandungan pH :

  • pH air yang baik sekitar 7,5- 8,5 yang diukur secara tetap
  • Apabila pH rendah perlu ditambahkan kapur, dan pH tinggi perlu penambahan air bersih baru (diukur dengan kertas lakmus atau pH pen).

4. Kandungan Oksigen :

  • Apabila kandungan Oksigen rendah; udang akan berenang kepermukaan air atau pinggir tambak. Apabila diganggu atau terkena bayangan orang, udang tersebut tidak segera masuk ke permukaan yang lebih dalam.
  • Kandungan oksigen yang baik minimum 4 ppm (diukur dengan DO meter).
  • Untuk menghindari hal-hal tersebut: •Gunakan blower/kincir air dalam jumlah yang cukup, Tambahkan air segar, Jagalah warna dan kualitas air tetap stabil, Rubahlah jumlah makanan yang diberikan agar tidak terkumpul didasar

5. Temperatur air :

Temperatur air yang baik 25º – 30º C (diukur dengan termometer), apabila temperatur air turun sampai 18º C, maka udang akan kehilangan nafsu makan, dan apabila lebih dari 32º C dapat mengakibatkan kematian udang.

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme