tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah untuk Pemula

loading...

1. Pemilihan bibit jamur tiram

Hal pertama yang harus diperhatikan pada cara budidaya jamur tiram untuk pemula yakni pemilihan bibit. Agar panen nantinya melimpah, maka bibit yang di budidayakann harus berkualitas. Karena jika bibit yang digunakan adalah bibit yang tidak berkualitas maka ada kemungkinan panen akan gagal, jamur tidak tumbuh dengan baik, serta kualitas jamur yang dihasilkan kurang baik.

Untuk menghasilkan bibit yang baik, anda bisa melakukan pembibitan sendiri dengan membibitkan  jamur f1. Anda juga bisa membelinya secara langsung pada petani yang sudah melakukan budidaya jamur tiram yang sukses atau membeli langsung di toko bibit terpercaya.

2. Membuat media tanam

Setelah bibit disiapkan, maka selanjutnya adalah menyediakan media untuk menanam atau membudidayakan jamur tiram. Jika anda membuat 100 kg media tanam untuk jamur, maka serbuk gergaji dan serbuk kayu yang digunakan adalah 80 kg, bekatulnya adalah 15 kg dan 10 kg untuk kapurnya. Setelahnya ketiga bahan tersebut di campur degnan cara mengaduknya hingga tercampur rata. Lalu masukkan air kedalam media tanam sekitar 60% dari jumlah bahan media tanam.

Untuk mengetahui apakah media tanam pada cara menanam jamur tiram ini sudah siap maka dilakukan pengetesan dengan cara menggenggam media tanam jika sudah tidak ada airnya dan jika dijatuhkan media tanam tidak pecah maka media tanam tersebut sudah siap untuk ditanami jamur. Berikutnya media tanam difermentasi selama 5 hingga 10 haru dalam suhu ruangan 70%.

3. Sterilisasi media tanam dan inokulasi

Setelah media tanam yang dibuat mengalami proses fermentasi, masukkan media tanam tersebut ke dalam plastik polipropilen. Setelah media tanam jamur tiram dipadatkan sampai berbentuk botol atau baglog. Pada ujung plastiknya dipasang ring dan ditutup kapas.

Setelah itu baglog tadi dibungkus dengan drum untuk tujuan sterilisasi. Gunakan api dengan panas sekitar 95 – 110°C dalam waktu 10 jam. Setelah dikukus agar steril Anda bisa mendinginkan kembali baglog untuk tanaman ini dengan cara didiamkan saja.

4. Inokulasi, inkubasi, dan pertumbuhan jamur tiram

Setelah baglog difermentasi, langkah selanjutnya yakni memindahkannya ke tempat inokulasi. Baglog tersebut di diamkan selama 24 jam agar mendingin, usahakan ruang isolasi ini dingin. Lalu, bibit kemudian dimasukkan kedalam baglog dengan cara mengambil botol bibit. Bagian ujung botol disemprotdengan menggunakan alkohol dan dibakar dengan spiritus hingga menyala lalu matikan kembali.

Aduk bibit dengan kawat dan masukkan bibit pada leher baglog hingga penuh dan tutup dengan kapas. Berikutnya bibit di inkubasi untuk mendapatkan miselium. Terakhir adalah memindahkan baglog yang tumbuh miselium pada kumbung. Cara menanam jamur tiram terakhir adalah dengan memberikan lubang pada baglog untuk tumbuh jamur.

Demikianlah cara budidaya jamur tiram yang mudah hingga menghasilkan produksi jamur yang berkualitas. Terimakasih telah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme