tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Budidaya Jamur Merang Agar Panen Melimpah

Penumpukan/ Penyusunan

Pada tahapan budidaya jamur merang media jerami selanjutnya, yang dilakukan adalah menyusun jerami dan onggok secara bergantian. Caranya dengan menyusun terlebih dahulu jerami degnan tinggi 10-15 cm, lalu disiram dengan air. Setelah itu susunlah onggok diatasnya secukupnya. Setelah itu lakukan secara berulang penyusunan jerami dan onggok tersebut hingga ketinggian media tanam mencapai 1,5 meter dengan panjang 4 meter dan lebar 2,5 meter. Langkah terakhirnya yakni menutup tumpukan jerami dan onggok tadi dengan plastik agar suhu di dalam semakin tinggi sehingga proses pengomposan berjalan cepat.

Perendaman Kapas

Kapas adalah salah satu bahan dalam budidaya jamur merang media kapas. Kapas ini terlebih dahulu harus direndam selama 4-6 hari. Caranya dengan merendam kapas kedalam air sebanyak 1 kumbung atau sekitar 8 kg kapas. Dalam selang waktu 2 hari sekali kapas tersebut di bolak-balik selama 2-3 kali.

Penaburan Dolomit dan Katul

Proses penaburan antara dolomit dan katul dengan jerami dan onggok ini dilakukan setelah penumpukan selama dua hari. Cara penaburannya adalah sebagai berikut:

  • 24 kg dolomit dengan 40 kg bekatul dicampur rata;
  • Tumpukan jerami dan onggok disusun di sebelah susunan awal hingga tingginya mencapai 15-20 cm, kemudian disiram terlebih dahulu dengan air. Setelah itu, ditaburi dengan campuran dolomit dan katul di atas susunan jerami dan onggok tersebut. Cara ini dilakukan hingga tumpukan jerami dan onggok habis;
  • Tumpukan jerami dan onggok yang telah ditaburi dengan dolomit dan katul tersebut ditutup dengan rapat.
  • Proses Pembalikan Media Tanam

Pembalikan media tanam yang pertama dilakukan setelah diperam selama dua hari. Caranya, media tanam (katul, dolomit, onggok, dan jerami) disusun di sebelah susunan awal dengan ketinggian sekitar 20 cm, kemudian disiram dengan air secara merata. Cara tersebut dilakukan sampai media tanam habis. Setelah selesai, tumpukan media tanam ditutup rapat kembali.

Pembalikan media tanam yang kedua dilakukan setelah dua hari diperam, caranya sama dengan pembalikan pertama. Begitu juga pembalikan yang ketiga, dilakukan dengan cara yang sama. Pembalikan media tanam atau kompos ini dilakukan agar proses fermentasi dapat merata.

Sebaiknya, keempat tahap proses pengomposan tersebut di atas dilakukan di tempat yang bagian alasnya disemen atau diberi alas plastik/ terpal.

Pemasukan media tanam ke kumbung

Setelah media tanam di bolak-balik selama 3 hari, lalu diperam sekitar 1-2 hari. Maka langkah selanutnya adalah memasukkannya ke dalam kumbung. Media tanam yang telah menjadi kompos dan siap digunakan memiliki ciri warna yang coklat tua atau kehitaman serta teksturnya lunak dan memiliki kadar air 65-75%.

Proses pemasukan media tanam ke dalam kumbung adalah sebagai berikut :

  • Media tanam (jerami, onggok, katul dan dolomit) dimasukkan ke kumbung dan disusun di rak secara merata dan tidak menggumpal.
  • Untuk ketebalan, susunan pada rak paling bawah lebih tebal, terus semakin ke atas semakin tipis.
  • Hal ini bertujuan untuk pengaturan suhu;
  • Kapas ditaburkan di atas susunan media tanam tadi secara merata;
  • Kumbung dibersihkan;
  • Kumbung ditutup rapat dan kebocoran kumbung juga diperiksa;
  • Pada hari berikutnya dilakukan sterilisasi.

Sterilisasi

Setelah pemasukan, media kompos yang telah jadi selanjutnya disterilisasi (mengalirkan uap panas ke dalam kumbung).

Caranya yaitu sebagai berikut :

  • Drum sterilisasi (boyler) diisi air hingga penuh, kira-kira 400 liter;
  • Kayu dimasukkan ke dalam tungku;
  • Pipa besi disiapkan dan kemudian dimasukkan ke dalam kumbung;
  • Api dinyalakan;
  • Suhu dalam kumbung dinaikkan secara bertahap hingga mencapai 60-62º C;
  • Setelah suhu mencapai 60-62º C, maka suhu tersebut dijaga hingga 4-5 jam;
  • Selanjutnya saluran uap ditutup atau dimatikan;
  • Kumbung ditutup rapat.

Proses sterilisasi ini memakan waktu kurang lebih selama 8 jam. Ketika proses sterilisasi berlangsung, dipastikan bahwa tidak ada celah terbuka pada kumbung dan pipa, agar uap panas tidak keluar.

Penebaran bibit F3

Setelah 2-3 hari dari proses sterilisasi, maka selanjutnya adalah penebaran bibit jamur merang. Lingkungan sekitar kumbung dibersihkan terlebih dahulu sebelum penebaran bibit. Satu kumbung membutuhkan kurang lebih 15 baglog bibit jamur merang. Perlu diketahui, jumlah bibit jamur yang ditanam tidak terlalu mempengaruhi hasil panen.

Berikut cara menebarkan bibit jamur merang ke media tanam :

  • Penebaran bibit dilakukan dengan cara membuka kemasan dan meremas-remas bibit
  • Bibit ditebarkan secara merata ke seluruh permukaan dan bagian tengah media tanam
  • Setelah selesai menebarkan benih, kumbung dibersihkan, kemudian diberi kelembapan, dengan cara menyiramkan air ke lantai kumbung
  • Kemudian pintu dan ventilasi kumbung ditutup kembali dengan rapat.

Perawatan atau Pemeliharaan

Perawatan dilakukan agar  pertumbuhan miselium merata di permukaan dan dalam media tanam. Caranya adalah dengan menjaga ruangan tidak kering (pengabutan), dan kelembapan tetap tinggi. Selain itu juga menjaga lantai dan dinding tetap basah.

Jamur merang harus dijaga dan diperhatikan suhu serta kelembapannya. Jamur merang dapat tumbuh dengan baik dan terjaga kualitasnya pada suhu berkisar 32-38º C dengan kelembaban udara 80-85º C.

Pada tahap awal pertumbuhan, kumbung juga harus tertutup rapat agar oksigen yang masuk sedikit. Kemudian pada hari keempat setelah penebaran bibit, mulai terjadi pembentukan tubuh jamur merang, sehingga jendela atau pintu kumbung dapat dibuka pada waktu tertentu.

Perawatan jamur merang secara spesifik bisa dilakukan sebagai berikut :

  • Pemberian kelembaban dengan cara pengabutan pada pinggir kompos yang kering atau ke kumbung jamur dengan menggunakan sprayer.
  • Akan tetapi diusahakan jangan sampai terkena tubuh jamurnya. Kegiatan tersebut dilakukan karena kelembaban kumbung harus tetap dijaga pada kisaran 80-90 %, sehingga media tidak terasa kering.
  • Biasanya, pemberian kelembaban dilakukan dua kali sehari, setiap pukul 09.00-10.00 WIB dan pukul 13.00-14.00 WIB.
  • Penyiangan, kegiatan ini dilakukan jika ada jamur liar yang tumbuh agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur merang.
  • Pengaturan suhu dan udara. Kegiatan ini dilakukan jika suhu luar kumbung panas. caranya pintu kumbung dibuka setiap pukul 12.00 WIB, gunanya untuk memasukkan udara luar.
  • Selain itu, disediakan kipas angin di dalam kumbung untuk mengatur suhu dan kelembaban dalam kumbung.

Proses panen jamur merang

budidaya-jamur-merang-media-kapas

cara budidaya jamur merang untuk pemula ini jika dilakukan dengan baik, menggunakan kompos yang baik serta proses sterilisasinya sempurna maka pada hari ke 10-11 setelah penebaran bibit anda sudah dapat memanen jamur merang yang anda budidayakan.

Panen biasanya dilakukan pada subuh hari sekitar pukul 04.00 WIB. Jamur yang telah layak panen mempunyai tingginya kurang lebih 3 – 6 cm. Cara pemetikan atau pemanenan dilakukan dari rak yang paling atas ke bawah dengan memetik jamur dengan cara diputar bukan ditarik. Jaga ruangan dan kompos agar tidak kering, kelembapan tetap tinggi serta sisa batang dan jamur yang membusuk dibersihkan.

Demikianah ulasan mengenai cara budidaya jamur merang. Semoga dengan mengikuti langkah budidaya jamur merang sederhana ini anda dapat menghasilkan jamur merang berkualitas dan dapat bersaing dipasaran.  Terimakasih telah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme