tokoternak.com

tempatnya beternak

7 Cara Budidaya Jamur Kuping yang Benar

7. Pasca Panen

Penyimpanan
Setelah panen sebaiknya, langsung terjual. Apabila masih tertunda 1 hari 1 malam, bisa direndam dalam bak yang berisi air bersih, semakin lama perendamannya, kualitas jamur segar akan menurun.

Ada beberapa cara memperpanjang daya tahan jamur kuping adalah sebagai berikut:

  1. Bungkus dalam cheese cloth (kain batis) kemudian simpan dalam refrigator pada suhu udara 15 derajat C.
  2. Dikemas dalam styrofoam chest dengan meletakan es pada dasar kotak styrofoam.
  3. Dikemas dalam wadah datar yang dialasi daun pisang.

Stadia kancing dari jamur kuping untuk dapat bertahan dalam keadaan segar adalah 4 hari, suhu udara harus dijaga 15 derajat C dengan kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini dapat diperoleh dengan cara pengemasan jamur kuping dalam styrofoam cooler yang diberi es pada dasarnya. Pada suhu 5 derajat C akan terjadi ”chilling injuri” sedang pada temperatur 20 derajat C jamur cepat membusuk.

Penyimpanan dengan Cara Pengasapan
Hasil jamur yang dipetik, dicuci dan direbus/dikukus.Setelah di tus (dituntaskan airnya) jamur tersebut diletakan dalam anyaman bambu/rigen/tampah dan dijemur. Bila cuaca sudah memungkinkan (terutama senja-malam, pagi hari) bisa dilakukan pengasapan. Metode pengasapan, sama seperti pengasapan tembakau yaitu dengan membuat para-para di atas dapur.

Bagi produksi yang cukup besar pengawetan dengan cara pengasapan sebaiknya dicoba dengan menggunakan rigen yang diletakkan pada bambu gelondongan yang bisa digerakan memungkinkan pengasapan berjalan sempurna dan merata. Para-para semuanya bisa terbuat dari bambu. Bahan bakarnya digunakan kayu, jerami ataupun rumput-rumputan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasil pengasapan baik, antara lain:

  1. Perebusan cukup 15–30 menit dalam air mendidih dan tambahkan bumbu-bumbu penyedap, misal garam, asam citrat.
  2. Peralatan yang digunakan jaga kebersihannya.
  3. Pengeringan pada sinar matahari harus cepat jangan sampai terlambat, agar warna tidak berubah jadi kehitaman.
  4. Pengasapan dilakukan, bila cuaca tidak memungkinkan berlangsungnya proses pengeringan (terutama waktu senja-malam, pagi hari), sehingga jamur akan terhindar dari bakteri pembusuk.

Hasil jamur setelah pengasapan dimasukan dalam kantong plastik atau stoples yang bersih.

Pengeringan

  1. Sebelum dikeringkan jamur kuping dibelah memanjang
  2. Keringkan di bawah sinar matahari
  3. Dilakukan dengan udara panas atau pengeringan dalam oven pada suhu 40 derajat C.
  4. Periode waktu yang dibutuhkan 8 jam, jamur kuping akan kehilangan 10% dari berat basah
  5. Setelah kering bisa dibuat keripik atau rempeyek.

Pickling (asinan)
Caranya: cuci jamur kuping selama 5 menit dalam air mendidih, segera tempatkan jamur tersebut dalam air dingin untuk mendinginkan. Pindahkan ke dalam stoples atau botol yang bermulut lebar, kemudian tambahkan larutan garam (22% garam), sedikit cuka, vitamin C atau asam citrat pada jamur kuping untuk membuat warna segar dari jamur. Tutup wadah yang digunakan (tidak terlalu kuat) dan pasteurisasi selama satu jam. Dinginkan, kuatkan tutup botol.

Pasta Jamur
Caranya: keringkan jamur kemudian rendam dalam 40-50% larutan garam selama 10-15 menit, angkat Jamur kuping kemudian blender hingga berupa pasta. Letakkan di atas kain batis untuk mentiriskan cairan yang berlebihan. Cairan yang keluar masih dapat dimanfaatkan sebagai saus jamur. Setelah tiris, masukan pasta ke dalam botol bermulut lebar, kukus selama 1 jam, jamur siap dipasarkan.

Demikianlah artikel mengenai cara budidaya jamur kuping, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. terimakasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme