tokoternak.com

tempatnya beternak

7 Cara Budidaya Jamur Kuping yang Benar

loading...

Persyaratan bibit
Bibit jamur kuping berbiak dengan sporanya. Spora ini disimpan di dalam kuping (tubuh buah). Maka untuk mengambil sporanya, tubuh buah jamur kuping tersebut harus dicincang dengan pisau sampai lumat. Agar diperoleh bibit jamur kuping yang baik, irisan-irisan jamur tersebut sebelum dimasukkan dalam botol harus dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan.

Penyiapan dan pembuatan bibit
Cara membuat bibit jamur kuping (lember):

  1. Kumpulkan jamur-jamur yang sudah tua.
  2. Jamur tersebut diiris sampai lumat dengan pisau, agar spora berukuran 0,15 mm dapat rontok, lalu kumpulkan untuk dikeringkan.
  3. Irisan kering yang bercampur dengan spora tersebut dimasukkan dalam botol yang sudah disterilkan dengan cara diuapi atau dikukus.
  4. Bibit yang telah siap dimasukkan dalam lubang bibit pada batang kayu yang sudah disiapkan.

Lubang bibit dapat dibuat/dicungkil dengan pisau ukuran: 1 x 1 x 1 cm. Gunakan tusuk sate untuk memasukkan bibit spora ke dalam lubang kayu yang sudah disiapkan. Tutup kembali lubang tersebut dengan sisa kayu penutup lubang. Tusuk sate tersebut harus bersih dengan cara harus dicelupkan dahulu ke dalam air panas sebelum dipergunakan.

Media tumbuh bibit
Bahan untuk media tumbuh adalah potongan kayu, panjang kira-kira 1 meter, diameter 15-20 cm. Kayu dipilih yang agak kuat, mulai tua dan tidak mudah keropos. Kayu dipilih dari jenis saninten, riunggunung atau sarangan.

Kuantitas bibit
Untuk budidaya jamur kuping dengan cara tradisional: dibutuhkan sebanyak 1 botol susu bibit (0,5 liter) untuk menginokulasi 0,5 meter kubik kayu.

Untuk budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji merupakan cara modern dibutuhkan bibit sebanyak 1 botol = ± 0,5 kg untuk menginokulasi 1.000 kantung. Jadi rata-rata per kantung membutuhkan 0,5 gram bibit. Bila bibit berbentuk cairan, cukup disuntikkan 2-3 cc bibit/kantung.

2. Pengolahan media tanam

Cara tradisional dengan kayu
Cari kayu yang berdaun lebar (sebesar betis), kemudian di potong-potong sepanjang 50-100 cm.

  1. Biarkan di alam terbuka sampai kering.
  2. Setelah kering betul, direndam 2 X 24 jam.
  3. Lubangi permukaan kayu dengan bor dengan garis tengah 10-12 mm, dalamnya 2,5-3 cm, jarak antar lubang 15-20 cm.
  4. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tersebut dengan menggunakan pinset yang telah disterilkan, kemudian ditutup dengan lilin cair. Satu botol susu bibit ( 0,5 liter) untuk 0,5 meter kubik kayu.
  5. Simpan dalam ruangan dengan suhu antara 25-28 derajat C.
  6. Apabila sekitar lubang sudah menjadi putih warnanya, pindahkan ke tempat pemeliharaan yang sudah disiapkan, yang bersuhu di bawah 28 derajat C dengan kelembaban 90%. Di simpan berdiri dengan jarak antara lubang 10 cm.
  7. Pada bulan ke 2, jamur mulai tumbuh dan dapat di panen selama 2-3 tahun.

Cara modern budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji

Bahan campuran digunakan: 100 kg serbuk gergaji, 10 kg dedak halus, 1,5 kg gips, 0,5 kg kalsium karbonat, 0,5 kg TSP dan air secukupnya.

Adapun cara pembuatan media adalah sebagai berikut:

  1. Semua bahan dicampur jadi satu, sambil diberi air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan yang tidak terlalu lembek tapi juga tidak terlalu kering.
  2. Media tumbuh jamur dimasukkan ke dalam kantung plastik tahan panas, diameter 25 cm, panjang 35 cm.
  3. Media dipadatkan, lalu diikat dan diberi ‘leher’.
  4. Tiap kantung diisi ± 1 kg. Satu paket campuran media tanam dapat digunakan untuk ± 96 kantung plastik.
  5. Media dalam kantung plastik disterilkan dengan uap air panas (dikukus pada suhu 100-110 derajat C selama 2-4 jam.
  6. Setelah itu, media disimpan dalam ruang inokulasi bebas dari spora jamur liar yang tidak dikehendaki.
  7. Selanjutnya, media diberi bibit jamur kuping pada suhu 30-34 derajat C. Satu botol bibit berisi ± 0,5 kg dapat menginokulasi 1.000 kantung. Jadi rata-rata per kantung membutuhkan 0,5 gram bibit. Bila bibit berbentuk cairan, cukup disuntikkan 2-3 cc bibit/kantung.

Adapun prakiraan produksi panen dengan cara modern ini adalah dengan berat media tumbuh 1 kg menghasilkan 0,6 kg selama 15 minggu, sedangkan untuk 1000 kg media tumbuh menghasilkan 600 kg dengan lama pemanenan 15 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme