tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Budidaya Cacing Tanah Secara Lengkap

loading...

4. Perkawinan atau reproduksi

Cacing mempunyai alat kelamin ganda, karena termasuk hewan hermaprodit. Meskipun demikian proses perkembangbiakan tidak bisa dilakukan sendiri. Dari hasil perkawinan sepasang cacing, biasanya menghasilkan satu buah kokon yang berisi telur-telur. Kokon tersebut berbentuk lonjong dengan ukuran kurang lebih 1/3 besar kepala korek api.

Dalam rentang waktu 14-21 hari kokon akan menetas, setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing bisa menghasilkan sekitar 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun.

budidaya-cacing-tanah

5. Pemeliharaan

Pemberian pakan

Untuk pemberian makannya cukup sekali saja dalam 24 jam. Apabila yang kamu tanam 1 kg maka 1 kg juga pakan yang harus kamu berikan. Hal yang perlu kamu perhatikan dalam pemberian makanan antara lain.

  • Pakan harus berbentuk serbuk
  • Serbuk pakan harus ditaburkan rata di atas media, tapi usahakan jangan menutupi keseluruhan. Sisakan sekitar 2-3 bagian peti.
  • Tutup pakan dengan media yang tidak tembus cahaya
  • Perbandingan antara serbuk cacing dan air adalah 1:1

Macam-macam makanan yang diberikan untuk Cacing

  • Limbah Organik Rumah Tangga

Limbah rumah tangga contohnya adalah nasi yang sudah basi, kulit buah, sayuran yang tidak termakan, kupasan kulit kentang, wortel, bawang, batang kangkung dll.

  • Limbah Organik Home Industri

Limbah Home industry contohnya log jamur , limbah di pasar tradisional, limbah kulit buah, limbah hasil dapur rumah makan dll.

  • Limbah Organik Peternakan

Limbah peternakan seperti kotoran Sapi, Kambing, Ayam dengan catatan diberi air terlebih dahulu agar tidak panas, atau bias diberikan prebiotik agar tidak bau.

  • Limbah Organik Lingkungan

Limbah dari dedaunan yang gugur bias langsung diberikan dan juga bias dikompos terlebih dahulu

Cara pemberian pakan  ada tiga cara antara lain diberikan secara langsung, dibusukkan terlebih dahulu dan difermentasi terlebih dahulu, fermentasi berarti memberikan “tetes tebu” untuk meningkatkan jumlah bakteri dalam makanan.

6. Penggantian media

Media yang sudah menjadi kascing/tanah atau yang telah banyak kokonnya harus segera diganti. Agar cacing cepat berkembangbiak. Rata-rata penggantian media bisa kamu lakukan setiap 2 minggu sekali.

7. Proses kelahiran

Bahan yang digunakan sebagai media tanam antara lain kotoran hewan, batang pisang, dedaunan kering, limbah rumah tangga dan lain sebagainya. Bahan tersebut kemudian dipotong-potong dulu dengan ukuran 2,5 cm. Semua bahan, kecuali kotoran ternak diaduk dan ditambah dengan air hingga merata. Bahan campuran dan kotoran ternak dijadikan satu dengan perbandingan 7:3 dan ditambah air secukupnya.

8. Hama dan penyakit

Hal yang paling harus diperhatikan pada cara budidaya cacing tanah adalah masalah hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, dan kutu. Untuk itu, lubang tempat pemeliharaan harus selalu tertutup.

Bahan yang baik digunakan sebagai penutup adalah kawat kasa. Karena kawat kasa juga menjamin berlangsungnya proses pergantian udara tetap berjalan dengan baik. Selain itu, untuk mencegah serangan semut, di sekitar kotak pemeliharaan diberi air secukupnya (dirambang).

9. Panen cacing

Dalam usaha budidaya cacing tanah ada dua bagian penting yang nantinya kamu panen, yaitu cacing itu sndiri dan kascing atau tanah bekas cacing. Memanennya juga cukup mudah, kamu hanya perlu memberikan penerangan di media tanam tersebut, maka cacing akan keluar dengan sendirinya. Karena cacing sangat sensitif dengan cahaya.

Setelah 2,5 – 3 bulan, cacing sudah mulai bisa dipanen. Ditandai banyaknya kascing (kotoran cacing) dan kokon (kumpulan telur cacing)(. Sebagian cacing dewasa hendaknya disisakan untuk digunakan menjadi bibit.

Panen cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menggunakan alat penerangan seperti petromaks, lampu neon atau bohlam. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu mengundang cacing untuk berkumpul di bagian atas media. Setelah itu, cacing tinggal diambil dan dipisahkan dari medianya. Cara lain adalah membalikkan kotak pemeliharaan, dan memisahkannya dari media hidup cacing.

Setelah cacing dipanen, sebagian cacing dewasa dan kokon (telur cacing) masing-masing dimasukkan ke dalam media hidup yang baru secara terpisah. Telur-telur cacing tanah ini akan segera menetas dalam tempo 14-21 hari. Setelah itu, pemeliharaan dilakukan seperti awal budidaya

cara-budidaya-cacing-tanah

Selain cacing, budidaya cacing tanah juga menghasilkan kascing, yang berbentuk butiran, berserat dan berwarna kehitaman. Umumnya kascing ini berada di permukaan sekitar sarang. Kascing mengandung mikro organisma, mineral anorganik dan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman. Kascing ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Keunggulan pupuk kascing antara lain, mampu menetralisir kelebihan zat asam dalam tanah, menjadikan tanah lebih gembur dan tidak cepat padat.

Demikianlah ulasan mengenai cara budidaya cacing tanah lengkap mulai dari pemilihan media tanam hingga masa panen. Terimakasih telah berkunjung 🙂

1 Comment

Add a Comment
  1. saya sebenarnya berminat buat budidaya cacing, cuma pemasarannya yang masih bingung, nah kira2 pemasarannya cacing kemana saja ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme