tokoternak.com

tempatnya beternak

10 Langkah Cara Budidaya Jangkrik untuk Pemula

loading...

Membuat Penutup Box/Kadang Jangkrik

Sudah disinggung diatas kalau Kandang jangkrik haruslah diberi tutup agar predator tidak dapat masuk kedalam kandang. Karena sekali saja predator seperti semut, cecak, dan tokek masuk kedalam kandang tempat memelihara jangkrik maka bisa dipastikan jangkrik yang kita pelihara dalam keadaan bahaya, bisa saja jangkrik yang sudah susah payah kita pelihara habis dimakan oleh predator tersebut. Nah untuk menanggulangi hal tersebut maka kita harus membuatkan penutup kandang yang efisien selain predator besar tidak bisa masuk jangkrik yang ada didalam kandang pemeliharaan juga dapat bernafas lega dengan sirkulasi udara yang baik. Bagaimanakah penutup kandang yang baik itu seharusnya dibuat? mari kita bahas dibawah ini:

Pertama Kita siapkan bahan berupa kayu reng seperti bahan untuk membuat Kandang Jangkrik Kecil sekitar 3 buah untuk 1 kandang, lalu kita buat sesuai ukuran panjang dan lebar kandang. Kemudian setelah jadi kita pasangkan plastik terpal ke rangka yang sudah dibuat tadi. Setelah jadi maka tinggal memasangkan waring kekandang jangkrik dibuat agar dapat dilepas dan dibuka dengan memasang beberapa paku kecil disetiap sisi mulut kandang, lalu tutup yang sudah kita buat dapat dipasangkan. Adapun cara kedua ini yaitu dengan memasangkan waring ke rangka yang telah dibuat, kemudian terpal plastik dipasang diatas rangka tadi jadi jika ingin membuka tutup cukup melipat plastik terpal saja dengan tutup kayu yang dipasang waring tetap terpasang dikandang.

3. Media Untuk Tempat Hidup Dalam Kandang Jangkrik

Selain kandang untuk pemeliharaan berupa kotak yang terbuat dari tripleks perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk budidaya jangkrik adalah media tempat hidup jangkrik itu sendiri yaitu TRE bekas wadah telur ayam yang terbuat dari bahan semacam kertas karton. Tre berfungsi sebagai tempat merambat dan bersembunyi jangkrik layaknya hidup dialam bebas. Tre ditata didalam kotak pemeliharaan / BOX dengan cara ditumpuk antar kaki-kakinya agar terbentuk ruang antar tre yang nantinya menjadi ruang hidup jangkrik mulai dari menetas hingga panen.

Cara menata tre dalam kandang jangkrik

Pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan tre bekas itu sendiri. Kenapa harus memakai tre bekas? ini untuk menghemat biaya karena jika membeli yang baru maka biaya yang anda keluarkan akan menjadi sangat banyak. Untuk menekan biaya Beternak Jangkrik maka alternatif yang baik adalah tre bekas telur ayam.

Selanjutnya tre yang telah anda dapatkan dijemur diatas terik matahari yang cukup minimal 6 jam jika sedang terik, gunanya untuk memudahkan dalam membersihkan kotoran dan debu yang menempel. Setelah selesai dijemur selanjutnya tre dipukul-pukulkan untuk merontokan kotoran dan debu, dan untuk kotoran yang menempel kuat dapat dibersihkan dengan sikat gigi bekas. Pekrjaan ini wajib anda lakukan sebelum tre anda pasang dengan alasan kesehatan jangkrik.

Setelah tre siap kini saatnya anda menata tre dalam kandang. Dimulai dengan menata satu tingkat merata secukupnya, jika salah satu sisi tidak muat sebaiknya dikosongkan saja sementara. Lalu untuk tumpukan tre kedua ditata berlawanan agar tre tidak menyatu, jadi didalam terbentuk rongga yang nantinya digunakan jangkrik untuk bersembunyi layaknya dialam liar. Untuk tempat yang kosong tadi dapat anda beri tre yang agak jelek ditekuk dan ditata ditempat yang kosong tadi. Sebaiknya anda sesuaikan dengan kondisi yang terbaik. Sampai disini sudah cukup untuk memulai Budidaya Jangkrik Untuk Pemula, jika persiapan kandang selesai selanjutnya baca Kiat Sukes Budidaya Ternak Jangkrik By Pak Sugeng untuk para pemula yang baru memulai beternak jangkrik wajib untuk menyimak ulasan berikut mulai dari penetasan telur jangkrik hingga panen dan SEMOGA BERHASIL!

Ternak jangkrik merupakan jenis usaha yg jikatidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yg perlu dilakukan dlm merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana & melaksanakan usaha ternak jangkrik.

4. Penempatan Kandang

Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yg teduh & gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi utk kandang peneluran. utk menjaga kondisi kandang yg mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah & diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun & daun-daun lainnya utk tempat persembunyian disamping utk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dlm sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkriktidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yg ditutup kasa utk memberikan sirkulasi udara yg baik & utk menjaga kelembapan kandang. utk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik,tidak ada ukuran yg baku. yg penting sesuai dengan kebutuhan utk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.

Menurut hasil pemantauan dilapangan & pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dpt dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun utk mengirit biaya, maka dinding kandang dpt dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, & kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. utk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak & serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yg berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yg dilumurkan ditiap kaki penyangga.

6. Pembibitan

Pemilihan Bibit & Calon Induk

Bibit yg diperlukan utk dibesarkan haruslah yg sehat,tidak sakit,tidak cacat (sungut atau kaki patah) & umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yg baik adalah jangkrik-jangkrik yg berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yg lebih baik. Kalaupun induk betinatidak dpt dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dpt dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif. Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, & induk jantan yg baik adalah sebagai berikut:

  • Indukan:

– sungutnya (antena) masih panjang & lengkap.
– kedua kaki belakangnya masih lengkap.
– bisa melompat dengan tangkas, gesit & kelihatan sehat.
– badan & bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
– pilihlah induk yg besar.
– dangan memilih jangkrik yg mengeluarkan zat cair dari mulut & duburnya apabila dipegang.

  • Induk jantan:

– selalu mengeluarkan suara mengerik.
– permukaan sayap atau punggung kasar & bergelombang.
– tidak mempunyai ovipositor di ekor.

  • Induk betina:

– tidak mengerik.
– permukaan punggung atau sayap halus.
– ada ovipositor dibawah ekor utk mengeluarkan telur.

 

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme