tokoternak.com

tempatnya beternak

Telur Bening, Tanda Penetasan Telur yang Rendah

Telur Bening, Tanda Penetasan Telur yang Rendah  Telur Bening, Tanda Penetasan Telur yang Rendah – Jika pada pos sebelumnya, kita membahas telur pecah sebagai analisis hasil penetasan yang rendah, kali ini kita akan mengkaji lagi telur terang (bening) sebagai analisis hasil penatasan rendah.

Telur yang tidak menetas bisa diketahui dengan cara menerawang telur tersebut, biasanya telur yang tidak akan menetas tampak bening, hal itu disebabkan oleh beberapa hal, yakni;

  • Penempatan telur yang kurang tepat pada mesin penetas mungkin sering sekali dilakukan oleh karyawan. Jika terjadi kesalahan apalagi posisi kantong udara yang berada dibawah (menungging) menyebabkan kantong tersebut tertekan embrio dan menyebabkan embrio kesulitan bernapas, lalu mati.Telur Bening, Tanda Penetasan Telur yang Rendah
  • Telur Intertil ialah yang tidak dibuahi oleh pejantan, selain itu ada penyebab lain yang kemungkinan terjadi misalnya transportasi yang terlampau jauh menyebabkan telur terguncang. Yang menyebabkan tali pengingkat kuning telur yang menyebabkan embrio mati sebelum berkembang. Ada lagi terlalu lama di mesin tetas salah satu jadi penyebabnya juga loh.
  • Fumigasi, embrio tidak tahan terhadap akumulasi penyerapan formaldehid selama proses fumigasi yang lama. Telur yang terlalu lama di fumigasi selama 20 menit lebih bisa menyebabkan embrio mati.
  • Embrio mengalami kematian dini, embrio akan tetap keluar dari telur setalah dierami di mesin tetas selama 21 hari. Akan tetapi, ada kalanya embrio mati sebelum berusia 21 hari, telur akan terlihat terang (bening)

 

Nah, Selain telur bening, pendarahan juga bisa dijadikan tanda sebagai analisis penetasan yang rendah. Apabila telur diterawang pada hari ketiga, dan terlihat alur maka embrio tersebut berkembang serta penetasan telur pun bisa dilanjutkan. Tapi, apabila setelah 7 hari alur darah terlihat bisa dikatakan embrio tersebut sudah mati. Dan kematian tersebut disebabkan oleh bebrapa hal.Telur Bening, Tanda Penetasan Telur yang Rendah

  • Pengaruh gen lethal (keturunan) biasanya mempengaruhi kematian embrionya. Akan tetapi kabar baiknya hal ini jarang terjadi ditemukan saat proses penetasan. Untuk mengetahui hal tersebut bisa diperiksa di laboratorium.
  • Telur berasal dari induk yang sudah tua. Idealnya, induk ayam penelur itu berumur 22 – 55 minggu, untuk mendapatkan telur dengan kualitas baik ada baiknya dari induk yang berumur 22 – 55 minggu. Apabila induk tersebut sudah lebih dari 55 minggu maka kualitas tersebut memiliki daya tetas yang rendah.
  • Temperatur, dalam incubator temperature yang digunakan tidak boleh terlalu rendah atau pun terlalu tinggi. Temperature tersebut tidak boleh selisih 2 oC dari standar yang berlalu, jika itu terjadi maka akan terjadi kematian embrio pada saat pertumbuhan.

 

Updated: March 23, 2016 — 4:29 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme