tokoternak.com

tempatnya beternak

Serba-serbi Permasalahan Pipping

Serba-serbi Permasalahan Pipping

Serba-serbi Permasalahan Pipping – Sering terjadinya kematian embrio itu disebabkan karena ketidak mampuan embrio tersebut untuk meme cahkan kerabang telur yang disebabkan oleh  paruh yang lemah, ada pun embrio yang berhasil memecahkan kerabang akan tetapi lubangnya terlau kecil sehingga untuk mengeluarkan paruhnya saja tidak bisa apalagi paruh tidak mampu selaput membram dalam telur, nah apabila hal itu yang terjadi berikut penyebabnya.

  • Penyerapan kuning telur tidak terlalu sempurna, yang menimbulkan perkembangan organ dan kebutuhan energy tidak mencukupi. Hal ini disebabkan kerena pada hari pertama pada hari ke-19 terlalu tinggi.
  • Permasalahan lainnya ialah kerabang telur tidak rapuh dan menyulitkan bagi embrio untuk memecahkannya, tahukah kenapa demaikian, hal ini terjadi kerena kelembapan pada mesin tetas pada hari pertama dan hari ke 19 kelembapan terlalu lemah.

DOC Mati, jika pada pembahasan diatas tadi membahas mengenai matinya embrio karena tidak mampu memecahkan kerabang, lalu bagaimana jika kasusnya embrio mampu memecahkan kerabang dengan sempurna akan tetapi masih juga tidak bisa bertahan hidup, mari kita simak beberapa penyebabnya yang mungkin akan kita temui dilapangan  nanti.IMG-20141124-WA0001

  • Gen lethal, menjadi pengaruh dalam kasus ini, akan tetapi terkadang masih juga jarang ditemui, lalu factor berikutnya apa?
  • Formulasi pakan, ketidak sempurnaan dalam memberikan pakan terhadap embrio menjadi factor, sebab dalam organ tubuh embrio tersebut belum sempurna tapi sudah harus pipping.
  • Masa Inkubasi, juga turut mempegaruhi dalam kasus ini, suhu yang terlalu panas atau terlalu kering menyebabkan terjadinya percepatan pipping sebelum 21 hari. Nah, sebaliknya yang terjadi jika suhu rendah maka akan terjadi keterlambatan pipping sesudah 21 hari.
  • Kerabang yang terlalu tipis, jika kekebalan kerabang menjadi permasalahan sulitnya embrio memecahkan kerabang, namun kerabang yang terlalu tipis juga tidak baik, kerabang yang tipis menyebabkan banyaknya cairan yang masuk dan paruh embrio akan tenggelam dalam cairan tersebut dan tentu saja anak ayam mengalami kematian.
  • Lalainya memutar telur, hal ini sebenarnya Nampak sepele namun akibatnya bisa fatal jika kita benar-benar tidak peduli. Keterlambatan memutar telur dalam dua minggu pertama menyebabkan paruh tidak berada pada kantong udara.

Nah, itulah beberapa penyebab kenapa pada proses pipping banyak sekali embrio (anak ayam) mengalami kematian, dan tentunya akan membuat pengusaha ternak mengalami kerugian, semoga tulisan  kami kali ini bermanfaat untuk sobat semuanya.

Updated: March 30, 2016 — 3:07 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme