tokoternak.com

tempatnya beternak

Perbandingan Sistem Rakit Apung dan NFT

loading...

  Perbandingan Sistem Rakit Apung dan NFTPerbandingan Sistem Rakit Apung dan NFT – Seiring berjalannya waktu banyak hal yang kemudian menemukan hal-hal baru di dunia perhidroponikan termasuk menemukan perbanding-bandingan sistem manakah yang lebih baik dan efektif. Selama ini pula para penggiat hidroponik terus melakukan penelitian untuk menemukan sebuah gagasan, termasuk menemukan sistem manakah yang bisa menekan ongkos pembuat hidroponik tapi tidak menurunkan kualitas tanaman yang ingin dihasilkan.

Dalam hal ini kami tokoternak(.)com ingin sedikit menguraikan beberapa perbandingan sistem hidroponik Nature Film Technique (NFT) dan sistem Rakit Apung (Water Culture).

Kelebihan Raki Apung (Water Culture)

  • Dari segi biaya, Rakit Apung lebih ringan biayanya di banding dengan sistem NFT, hal ini bisa terlihat, jika kita ingin membuat satu unit hidroponik sistem NFT dengan ukuran 4 x 1,5 m kita memerlukan biaya sebesar Rp 2,5 juta, bandingkan jika mengunakan sistem Rakit Apung yang hanya menelan biaya sesbesar Rp 1,5 juta. Jelas di sana selisihnya bisa mencapai 1 jutaan.Perbandingan Sistem Rakit Apung dan NFT

 

  • Ketidak stabilan pH pada sistem NFT hal ini disebabkan karena sinar matahari terik pada penyerapan nutrisi oleh tanaman berkurang sehinggah pertumbuhannya terhambat. Bayangkan dengan menggunakan sistem rakit apung, Styrofoam yang digunakan bisa menstabilkan suhu, dengan begitu nutrisi yang diserap oleh tanaman pun bisa optimal.

 

  • Dilihat dari akar, tanaman yang menggunakan sistem NFT selalu memiliki akar yang panjang hal ini disebabkan karena akar dipaksa agar bisa mencapai larutan nutrisi. Sedangkan dalam sistem rakit apung hal itu tidak terjadi, penyebabnya akar tanaman langsung terendam pada larutan nutrisi.Perbandingan Sistem Rakit Apung dan NFT

 

  • Banyak lubang tanaman yang ditampung. Meskipun secara luasan antara sistem NFT dan rakit apung itu sama yakni 6 m2, tapi ada hal yang harus kita perhatikan lebih mendalam yaitu banyaknya lubang tanam. Dalam sistem NFT hanya bisa menampung 280 lubang tanam, sementara sistem rakit apung bisa mencapai 450 lubang tanam, kerenkan.

 

Jadi pada kesimpulannya kita bisa melihat sendiri bahwasanya sistem rakit apung lebih hemat dibanding dengan sistem NFT, baik dari segi biaya, kualitas dan kuantitas tanaman yang dihasilkan, selamat mencoba.

Updated: March 1, 2016 — 12:29 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme