tokoternak.com

tempatnya beternak

Penyebab Matinya Embrio setelah 14 hari masa Inkubasi

Penyebab Matinya Embrio setelah 14 hari masa InkubasiPenyebab Matinya Embrio setelah 14 hari masa Inkubasi – Pada umumnya embrio dalam telur seharusnya berkembang setiap hari menjadi seekor anak ayam. Akan tetapi pada umur 14 hari bisa saja terjadi kematian pada saat dalam inkubator dan  itu disebabkan oleh beberapa hal, antaranya berikut ini;

  • Induk yang terserang penyakit, seperti yang kita ketahui sebelumnya penyakit yang diderita oleh induknya bisa menurun pada anak-anaknya. Oleh karena itulah pelaksanaan biosekuriti termasuk vaksinasi secara lengkap kepada induk ayam agar menghindari terjadinya penularan penyakit pada anaknya kelak.
  • Telur merupakan benda hidup yang mengalami metabolisme pengeluaran panas, sebab itulah telur ayam perlu diangin-anginkan, pada saat pengangkutan dan penjualan di pasar, telur mengalami kenaikan suhu kerena pengemasan, penumpukan, dan penjemuran. Saat penumpukan dan penjemuran itulah suhu mengalamin kenaikan hingga 40o oleh sebab itulah sebelum di masukan ke dalam mesin tetas ada baiknya telur diangin-anginkan dulu selama satu jam agar tidak terjadi perubahan suhu yang mendadak.
  • Terjadi kesalahan pemberian pakan makan bisa menjadi penyebab kematian embrio tersebut hal ini dikarenakan pakan induk mengalami defisiensi zat gizi seperti vitamin dan mineral, dengan begitu metabolisme dan perkembangan embrio menjadi tidak optimal.
  • Jika terjadinya penurunan sumber panas akan berakibat fatal, jangan sesekali-kali terjadi hal tersebut, yang mengakibatkan menurunnya suhu di ruang inkubasi mencapai 27oC selama 1-2 jam maka akan terjadi kematian pada embrio apalagi bila umur embrio masih sangat muda, tapi ketika umur embrio sudah 18 hari, dampak tersebut akan minim terjadi dibandingakan dengan embrio yang masih muda. Untuk menghindari hal ini maka perlu dipersiapkan cadangan sumber panas untuk inkubasi.Penyebab Matinya Embrio setelah 14 hari masa Inkubasi
  • Salah satu penyebab embrio bisa mati ialah terlalu banyaknya CO2 di dalam ruang inkubasi selain itu juga bisa menyebabkan DOC itu lemah dan lemas. Selain itu ventilasi atau lubang udara dalam sebuah mesin tetas yang tidak baik menjadi salah satu factor sebab terjadinya penumpukan zat asam garam.
  • Putih telur yang terlalu encer bisa menyebabkan putusnya tali pengikat kuning telur, apalagi bila telur tersebut akan diangkut ke medan yang jauh dan juga jalannya tidak baik hal ini sangat rentan sekali, encernya putih telur tersebut disebabkan karena suhu dalam inkubasi bisa mencapai 30o

 

 

Updated: March 25, 2016 — 3:16 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme