tokoternak.com

tempatnya beternak

Menganalisis Hasil Tetasan Telur yang Rendah

Menganalisis Hasil Tetasan Telur yang Rendah

Menganalisis Hasil Tetasan Telur yang Rendah – Ada beberapa factor yang menyebabkan hasil penetasan rendah, antaranya mungkin kurang nutrisi, penanganan telur yang tidak tepat, gangguan penyakit serta proses dalam mesin tetas dan berbagai macam persoalan lainnya, nah pada kesempatan kali ini kamu, tokoternak(.)com. Akan sedikit mengulas menganai manifestasi atau persoalan yang mungkin ditemukan saat-saat proses penetasan.

Setidaknya ada 20an persoalan yang bisa saja menjadi penyebab kenapa bisa menghasilkan kualitas tetas rendah. Kita bahas satu persatu dulu, yang pertama; Telur Pecah. Hal ini sering terjadi di dalam mesin tetas telur, terkadang kerabang mengalami keretakan dan mengeluarkan cairan dari dalamnya. Adapun beberapa penyebab terjadinya ini dikarenakan hal-hal berikut ini;

  • Terkontaminasinya telur oleh bakteri, telur yang cukup lama berada di luar mesin tetas memang rentan sekali terserang mikroorganisme, walau sebenarnya sudah didesinfeksi. Hal itu menyebabkan metabolisme panas dan gas yang membuat telur meledak pada saat proses penetasan itu sendiri.
  • Ketika di dalam kandang, telur terkadang kena kotoran seperti kotoran ayam, sisa pakan, tanah dan lain-lain, kotoran tersebut sebagai tempat bersembunyinya mikroorganisme patogen.
  • Pada proses desinfeksi mesin tetas tidak hanya cukup dibersihkan dengan membersihkan telur menggunakan desinfeksi saja akan tetap perlu dilakukan juga fumigasi atau pengasapan. Hal ini, disebabkan karena pencucian itu tidak mampu menjangkau celah-celah rak penyimpanan telur. Kenapa terjadi infeksi? Sebab mikroorganisme pada mesin tetas, merupakan bahan biologis yang sangat disukai oleh mikroorganisme, pasalnya banyak terdapat protein disana.Menganalisis Hasil Tetasan Telur yang Rendah
  • Ada cara tersendiri untuk membersihkan telur bukan sembarangan. Dalam membersihkan telur menggunakan alat spon dan logam merupakan cara yang kurang tepat atau tidak benar. Bahan pembersih yang berjenis logam atau ampelas dapat menyebabkan pengikisan lapisan kutikula kerabang, yang mana fungsinya sebagai pelindung bagian dalam. Pengelupasan ini dapat menyebabkan pelebaran pori-pori telur dengan begitu pada suhu tertentu, telur mengalami dehidrasi. Sebaliknya saat lembap telur dimasuki uap air dari udara. Disamping itu, mikroorganisme juga menjadi lebih gampang masuk ke dalam telur.

Jikapun membersihkan telur menggunakan bahan seperti spon merupakan sesuatu yang kurang tepat alasannya, spon merupakan alat yang terlalu lemah untuk dijadikan sebagai pembersih permukaan telur, sebab tidak akan terlalu efektif, menggunakan spon dikhawatirkan masih ada kotoran yang tersisa.

 

Nah, bahan yang cocok untuk membersihkan telur yakni dengan menggunakan sabut kelapa, mengapa? Sabut kelapa memiliki tekstur yang lembut serta memiliki kekuatan untuk membersihkan permukaan kulit telur.

Penyebab lainnya yakni terlalu seringnya telur direndam dengan tujuan agar kotoran lebih gampang dibersihakn, padahal cara itu bisa menyebabkan air dapat merembes ke dalam telur sehingga mikroorganisme pun masuk ke dalam telur. Sekian.

Updated: March 22, 2016 — 1:28 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme