tokoternak.com

tempatnya beternak

Baru, Sistem Hidroponik Vertikultur

loading...

Baru, Sistem Hidroponik Vertikultur Baru, Sistem Hidroponik Vertikultur – Mungkin selama ini, kita hanya mengenal beberapa sistem hidroponik seperti NFT, DFT, WICK dan lain-lain, namun ternyata baru-baru ini ditemukan lagi sistem hidroponik bernama hidroponik Vertikultur.

Nah, untuk mengenai masalah kerja dari sistem ini ialah seperti air mancur, jadi air nutrisi dimuncratkan keatas dengan menggunakan pompa air. Bentuk dari sistem ini berbeda dengan sistem yang lainnya, jika pada umumnya berbentuk horizontal, akan tetapi berbentuk vertical.

Apa keunggulan sistem ini disbanding dengan sistem lain; secara pemakaian tempat sistem ini lebih unggul sebab, dengan hanya menggunakan lahan 30×30 cm saja kita bisa menanam sebanyak 48 sayuran. Dan jika dibandingkan dengan sistem horizontal yang membutuhkan lahan 2 m x 1 m. itu jika dari segi lahan, lalu bagaimana dari segi nutrisi.

Sistem ini juga bisa lebih menghemat penggunaan nutrisi, sebab hampir semua bagian dari sistem ini tertutup jadi tidak akan bisa air hujan masuk yang akan mengurangi kadar ppm di dalam larutan nutrisi. Selain itu dengan menggunakan sistem ini, kita lebih cepat memasuki masa pemanenan, hal ini jga disebabkan gaya gravitasi air yang dipompa ke atas dan akan jatuh ke bawah, dari sana mengalir ke bawah, hal itu membuat kandungan oksigen dalam air meningkat, dan tentunya mempercepat pertumbuhan tanaman.

Siapa penemu sistem hidroponik vertikultur ini?

Sistem ini terinspirasi ketika Kunto Herwibowo di dalam bus kota di jalan Thamrin, Jakarta. Tepat di bundaran HI (Hotel Indonesia) Kunto melihat air mancur mengucur deras, dari tengah lingkaran menuju segala penjuru. Air mancur di kolam bergaris tengah 100 meter itu yang menginspirasi Kunto, dan tertarik membuat hiroponik sistem baru.

Namun, pada dasarnya sistem ini sudah diterapkan oleh Frank Fendler, seorBaru, Sistem Hidroponik Vertikultur ang pengiat hidroponik asal Philadelphia, sebuah Negara bagian Amerika Serikat , yang menerapkan teknik hidroponik di greenhouse 3.000 m2, Frank Menanam selada dengan menggunakan 140 pipa vertikultur berisi 64 tanaman. Yang membedakan penemuan Frank Fendler dan Kunto Herwibowo hanyalah sistem pengairan. Selamat mencoba, salam hidroponik.

Updated: February 24, 2016 — 4:03 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme