tokoternak.com

tempatnya beternak

PROSES BUDIDAYA TERONG DENGAN HIDROPONIK

PROSES  BUDIDAYA TERONG DENGAN HIDROPONIK

 

Proses Budidaya Terong dengan hidroponik – Siapa yang tak mengenal buah terong? buah ini cukup popular di masyarakat tanah air. Buah terong sendiri memiliki vitamin yang bisa menjaga kesehatan tubuh kita. Berikut ini beberapa manfaat terong untuk kesehatan tubuh; terong ternyata memilik khasiat untuk menjaga kesehatan jantung, hal ini disebabkan karena terong bisa menurunkan kolestrol dalam tubuh kita, dan masih banyak lagi keutamaan terong untuk kesehatan tubuh.

Sekarang saatnya kita memasuki bagaimana proses budidaya terong dengan hidroponik, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses bertanam buah lain seperti semangka, melon dan timun yang sudah kami posting.

Baca juga: Proses budidaya semangka hidroponik.

PROSES  BUDIDAYA TERONG DENGAN HIDROPONIK

Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai proses budidaya terong dengan hidroponik, yang pertama ialah bibit, pemilihan bibit terong sangat penting karena hal ini akan menentukan hasil panen yang maksimal, sebelum membeli bibit kemasan cobalah untuk melihat tanggal kadaluarsa, persentase kemurnian bibit dan lain-lain. Selanjutnya, kita juga harus mempersiapkan perlengkapan lainnya seperti rockwool, paralon, air larutan nutrisi, tissue/kapas, wadah plastic, kain flannel dan timer jika dibutuhkan.

Oke, sekarang kita memasuki tahap pembibitan, penyemaian tahap pertama yakni dari biji menuju berkecambah. Dalam hal ini benih kecil seperti terong kita tidak perlu lagi merendam benih tersebut kedalam air hangat kuku selama 2-3 jam layaknya benih besar (Timun, Semangka dll), untuk benih terong cukup mencampurkan benir ke dalam pasir/abu sekam, lalu aduk hingga merata, setelah itu masukan benih tersebut kedalam wadah yang berisi kapas/tissue yang sudah dibasahi dengan air, tebarkan benih tersebut diatas kapas/tissue terebut kemudian simpan di tempat yang gelap selama 2-3 hari.

Ketika benih tersebut sudah pecah, berikutnya kita harus memperkenalkan benih tersebut dengan sinar matahari cukup 1-2jam perhari untuk mengenalkan benih tersebut dengan sinar matahari. Jika benih tersebut sudah mencapai umut 15-17 hari bibit tersebut dipindahkan ke dalam pot/polybag yang terlah terisi media tanam seperti pasir/abu sekam akan tetapi sebaiknya dilakukan di green house agar polybag/pot tersebut steril.

Proses budidaya terong dengan hidroponik berikutnya ialah penyiraman, untuk hal ini ada baiknya penyiraman dilakukan secara berkelanjutan jangan sampai kekeringan sebab kita menggunakan system hidroponik kering. Penyiraman bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan menggunakan handspray perlu diketahui untuk benih berukuran kecil cukup dilakukan penyiraman sebanyak 5 kali sehari agar menjaga kelembab tanaman. Sedangkan untuk masa pembibitan dewasa kita harus menyiram 5-6 kali per hari. Penyiraman masa produksi harus dicampur dengan larutan encer hara dengan kadar 1.5-2.5 ph.

Selanjutnya kita tinggal melakukan perawatan pada tanaman terong hidroponik kita, sampai memasuki musim panen.

 

Updated: January 6, 2016 — 4:28 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme