tokoternak.com

tempatnya beternak

Cara Kerja Aeroponik

Cara Kerja Aeroponik  Cara Kerja Aeroponik – Jika sebelumnya kita sudah mengenal lebih banyak berbagai macam jenis hidroponik kali ini, kita akan mengulas lebih dalam bagaimana cara tanam dan cara kerja aeroponik. Sebelum lebih jauh, kita paparkan sedikit apa itu aeroponik. Aeroponik merupakan cara bercocok tanam dengna menggunakan tanah, sebenarnya aeroponik ini sejenis dengan hidroponik, namun yang membedakannya ialah peran, jika hidroponik yang lebih berperan merupakan kerja air, akan tetapi dalam aeroponik yang lebih berperan ialah udara.Cara Kerja Aeroponik

Sebelum pembahasan bagaimana cara kerja aeroponik mari kita ketahui dahulu, apa saja perlengkapan yang harus disiapkan jika ingat ingin menerapkan system aeroponik sebagai system pertanian di pekarangan rumah kita;

  1. Jaringan Irigasi Sprinkler
  2. Jet Pump (pompa air)
  3. Nozzle Sprinkler
  4. Pipa Paralon/PVC
  5. Pipa Etilen
  6. Rokcwool
  7. Styrofoam
  8. Larutan Nutrisi
  9. Bibit Tanaman

 

Cara Kerja Aeroponik

Sistem Aeroponik memiliki keunggulan tersendiri yang bisa didapatkan oleh para petani, selain tidak perlu memiliki lahan yang terlalu luas (seperti layaknya hidroponik) ternyata aeroponik juga memiliki keunggulan lain yaitu menghemat. Hal ini sangat masuk akal karena jika kita perhatikan lagi cara kerja Aeroponik.

Yang paling penting dalam system Aeroponik ialah peran dari udara itu sendiri, air nutrisi itu disemprotkan langsung pada akar tanaman dalam bentuk kabut, dengan menggunakan jaringan irigasi sprinkler. Dengan menggunakan irigasi sprinkler akan lebih menjamin ketepatan waktu penyiraman, jumlah air dan keseragaman distribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman dengan masukan tenaga kerja rendah. Cara tersebut dapat menciptakan uap air di udara sekeliling tanaman serta memberikan lapisan air pada akar, sehingga menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi.Cara Kerja Aeroponik

Sistem pancaran atau pengabutan dapat diatur secara intermittend, nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer, asal lama mati (off) tidak lebih dari 15 menit karena di khawatirkan tanaman akan layu. Bila pompa dimatikan, butiran larutan yang melekat pada akar dapat selama 15 – 20 menit. Pancaran atau pengabutan juga dapat hanya diberikan pada siang hari saja. Namun, cara ini kurang dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman menyusut.

Lalu apa saja keuntungan dari menggunakan system Aeroponik ini? Sayuran hasil budidaya dengan system Aeroponik ini sudah terbukti menghasilkan sayuran yang berkualitas; higienis, renyah, beraroma, segar, sehat dan yang terakhir memiliki citarasa yang tinggi. Hal ini memiliki peluang besar sebagai penyedia pangan orang-orang kalangan menengah keatas di Indonesia, selamat mencoba.

Updated: January 28, 2016 — 3:43 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme