tokoternak.com

tempatnya beternak

METODE MENANAM SAYUR HIDROPONIK

hidroponik+rakit+apung

 

Jaman sudah banyak berubah, dan system pertanian pun mulai berkembang. Saat ini tren bercocok tanam dengan hidroponik cukup membius para penggila pertanian. Dan semakin lama hidrponik pun mengalami peningkatan signifikan, semakin memanjakan untuk kita yang ingin mengkonsumsi sayur mayur dengan kulitas terbaik. Penjelasan sedikit hidroponik ialah bertanam dengan menggunakan air, hal ini sangat bermanfaat bagi yang ingin bercocok tanam namun tidak memiliki lahan yang luas, maka hidroponik solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan itu.

Kali ini tokoternak(.)com akan memaparkan sedikit bagaimana metode menanam sayur hidroponik, setidaknya ada tiga metode yang bisa anda lakukan di rumah, sebagai wahana pelepas keinginan untuk bercocok tanam, berikut;

1. Kultur Air Sistem

Sebanarnya system ini sudah ada sejak 15 abad yang lalu oleh suku bangsa Aztec yang telah menanam dengan media air kubangan di kolam dan sungai. Jenis tanaman yang sering digunakan ialah sayur-sayur yang mudah hidup di air, misalnya kangkung air, bayam air dan lain-lain. Hal ini pada dasarnya terinspirasi dari tanaman enceng gondok yang tumbuh subuh diatas permukaan air meskipun akarnya tidak menancap ke tanah.

 

 

2. Nutrient Film Technique (NFT)

Kita harus mengetahui metode memanam sayur hidroponik yang satu ini, sebab metode ini sangat berguna bagi para pengiat hidroponik pemula. NTF ialah sebuah cara menanam sayuran dengan menggunakan media selokan, parit atau got. Akan tetapi selokan yang dimaksud ini bukan selokan yang biasa kita temui dikebanyak tempat.

Yan dimaksud selokan ini yaitu terbuat dari bahan logam tipir, yang dialiri air bernutrisi dibutuhkan oleh tanaman. Metode menanam sayur hidroponik ini banyak dilakukan di Negara maju seperti Jepang, Korea dan lain-lainnya sebab di Negara maju sangat keterbatasan lahan, di Negara maju pula sudah banyak industri sampai masuk ke pedesaan.

Menanam dengan NFT ini bisa dilakukan diperkotaan, perumahan yang padat penduduk.

 

3. Kultur Agregat Sistem

Menanam tidak harus menggunakan media tanah, kita juga bisa menanam dengan menggunakan media selain tanah yaitu pasir, batu kerikil, pecahan batu bata lainnya. Berbeda dengan kultur air system, tanaman sudah mendapatkan asupan air bercampur nutrisi, dengan menggunakan kultur agregat system kita dituntut harus lebih telaten sebab tak ada unsur air dalam system ini, kita harus rajin menyemprotkan air bernutrisi ke tanaman. Semoga kita bisa menerapkan salah satu dari metode menanam sayur hidroponik ini.

Updated: December 20, 2015 — 12:19 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme