tokoternak.com

tempatnya beternak

KOTORAN AYAM SAMPAI KE MAHKAMAH AGUNG

Dalam setahun, ribuan perkara masuk ke Mahkamah Agung (MA) seperti perkara pembunuhan, korupsi, pajak, narkotika, perceraian, perizinan, judicial review hingga permohonan fatwa. Dari ribuan kasus itu salah satunya kasus bau tahi ayam.
kotoran ayam
Kasus bau tahi ayam itu bermula saat Victor Palit (60) membangun kandang ayam di Desa Tateli, Pineleng, Minahasa, Sulut, pada 1982 dengan modal awal 500 ekor ayam petelur. Usaha puluhan tahun itu membuahkan kesuksesan, Victor memiliki 20 ribu ekor ayam petelur.
Belakangan kandang itu dipermasalahkan sebagian warga setempat, terutama saat memasuki tahun 2010. Warga menuduh Victor tidak membuat instalasi pembuangan air limbah (IPAL) bagi tempat peternakan ayam petelur yang ia buat. Atas perbuatannya, warga melaporkan Victor ke aparat dan Victor pun harus menjalani proses hukum. Jaksa mendakwa Victor telah melanggar UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Karena kotoran ayam petelur sangat banyak dan tidak pernah dibersihkan yang sudah bercampur dengan air sehingga mengeluarkan bau yang sangat menyengat yang membuat masyarakat Desa Tateli merasa tidak nyaman dan terlalu banyak lalat yang hingga di atas kotoran ayam petelur sehingga menyebar ke seputar rumah penduduk,” demikian dakwa jaksa sebagaimana tertuang dalam putusan MA yang dilansir di website MA, Selasa (11/11/2014).
Atas dakwaan itu, jaksa lalu menuntut Victor dengan hukuman 2 tahun penjara. Tapi pada 24 Mei 2011, Pengadilan Negeri (PN) Manado dinyatakan Victor tidak terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan jaksa dan membebaskan Victor. Tidak terima dengan putusan itu, jaksa lalu mengajukan kasasi dan tetap meminta Victor dihukum atas kasus itu.
Dalam persidangan di tingkat kasasi itu terungkap bahwa masyarakat yang mempermasalahkan hanya 4 orang. Selebihnya warga sekitar malah mengaku sangat terbantu dengan adanya kandang ayam tersebut. Victor sering memberikan bantuan desa, memberi bantuan telur gratis atau menjual murah serta seluruh warga memberikan izin pendirian kandang ayam itu.
Selain itu berdasarkan hasil pemantauan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Lembaga Penelitian Universitas Sam Ratulangi Manado menyatakan tidak ada pencemaran lingkungan yang melebihi batas baku mutu. Hal itu dikuatkan dengan surat rekomendasi Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa nomor 660/BLH/38/III-2010 tertanggal 23 Maret 2010.
“Menolak permohonan kasasi jaksa,” putus majelis yang terdiri dari ketua majelis Dr Zaharuddin Utama dengan anggota Dr Salman Luthan dan Dr Andi Samsan Nganro pada 29 Januari 2014.
Updated: November 15, 2014 — 5:34 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme