tokoternak.com

tempatnya beternak

BETERNAK AYAM KAMPUNG DENGAN SISTEM KANDANG SETENGAH TERBUKA (REN)

Setelah dalam artikel sebelumnya dijelaskan bagaimana beternak ayam kampung dengan cara umbaran alias dilepas begitu saja, maka pada artikel berikut ini dijelaskan bagaimana beternak ayam kampung dengan sistem kandang terbuka (REN). Sistem beternak ayam kampung dengan kandang terbuka dalam lahan berpagar biasanya dilakukan dipedesaan yang mempunyai pekarangan rumah yang luas. Sistem kandang terbuka ini sering disebut juga sebagai teknik beternak ayam semiintensif karena ayam kampung tidak benar-benar didalam kandang, namun dikurung dalam satu lahan besar tertentu dan dibebaskan untuk berjalan di lahan pekarangan tersebut.

Kondisi lahan pada sistem ini biasanya lahannya (rerumputan dan tanah) biasanya sudah terlalu gundul karena banyak dipatok ayam sehingga tidak menyediakan lagi makanan bagi ayam kampung yang ada di atasnya. Karena itulah sistem ini harus didukung dengan pemberian pakan yang teratur dan terjadwal.
Dibandingkan dengan perkandangan dengan sistem umbaran, perkandangan dengan sistem Ren mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah jumlah ayam kampung terkontrol karena ayam tidak bisa pergi terlalu jauh, tidak perlu takut ayam dimakan oleh musang karena ada pagar pembatas yang memudahkan peternak untuk melihat ayam-ayamnya. Kelemahannya adalah; pakan ayam kampung menjadi terbatas, ayam tidak bisa mencari makan sendiri sehingga peternak mau tidak mau harus menyediakan pakan bagi ayam-ayam ini.
Baca Juga:>> 

Bagaimana bentuk kandang yang baik untuk sistem ren ini?

Lahan yang akan dijadikan lahan peternakan diukur dan disesuaikan dengan jumlah ayam  kampung  dimasukkan. Untuk lahan seluas 3 m x 5 m (sekitar seukuran ruang tamu) diisi oleh dua ekor ayam kampung jantan dan delapan ekor ayam kampung betina.
Bahan untuk pagar tidak ada standar tertentu, namun diusahakan agar ayam tidak bisa terbang melewati pagar tersebut, biasanya setinggi 2 meter. Selain itu, untuk pagar 50 cm kebawah, diusahakan tertutup untuk mencegah masuknya hewan-hewan lain ke dalam kandang. Pagar boleh menggunakan bambu maupun kawat.
Jangan lupa untuk menyiapkan tempat pakan dan minum secukupnya di dalam pagar. Selain itu juga harus disiapkan sarang yang berdiameter 40 sentimer untuk tempat bertelur ayam kampung.  Nah, berbeda dengan sistem umbaran atau dilepaskan secara liar di halaman, dengan perkandangan sistem ren ini induk-induk yang sedang mengasuh anaknya disediakan rumah-rumahan kecil untuk berteduh pada waktu malam hari, hari hujan atau panas terik. Induk-induk yang sedang mengasuh sebaiknya diapsahkan dari induk-induk yang tidak mengasuh anaknya dan disediakan tempat pakan khusus untuk anak ayam, yang tidak dapat disentuh oleh ayam-ayam dewasa (creep feeding) lainnya.
Oleh karena itu sebuah box ukuran 40 cm x 30 cm x 40 cm harus disiapkan lengkap dengan pemanas lampu pijar 40 watt, tempat pakan dan minum untuk 20 ekor anak ayam umur sehari sampai berumur 3 minggu. Diatas umur ini jumlah ayam dikurangi menjadi 10 ekor dan dapat dibiarkan sampai umur 3 bulan.
Updated: July 4, 2014 — 3:12 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme