tokoternak.com

tempatnya beternak

MITOS AYAM CEMANI

Ayam cemani. Ada yang menarik dari ayam-ayam ini. Seluruh bulu berwarna hitam.  Jengger, lidah, mata, paruh, sayap, sepasang kaki, cakar, dan kuku semua hitam. Rupanya, harga satu ekor ayam cemani ini kisarannya jutaan, bukan ratusan ribu.
Foto: Ayat S Karokaro
Konon, dahulu kala, saat Kerajaan Majapahit, ayam ini peliharaan raja dan keturunan. Ayam ini diyakini membawa kedamaian, menambah rezeki, memudahkan jodoh, melariskan dagangan, hingga mampu membawa kesuksesan negosiasi baik saat perang maupun konflik. Atas dasar itulah, cemani menjadi buruan orang-orang berkantong tebal. Harga ayam jantan cemani biasa sampai Rp40 juta. Dibeli, lalu dibunuh, tak jarang setelah itu ditinggal begitu saja.
Data Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sumut, menyebutkan, kabupaten paling banyak mengembangbiakkan ayam cemani, di Kabupaten Langkat ada 46 ekor, menyusul Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)  37 ekor. Kota Medan di urutan ketiga 28 ekor.
Ayam cemani banyak digunakan sebagai obat atau dalam acara perdukunan. Ada yang berani membayar hingga 40 juta hanya untuk diambil darahnya terus dagingnya dimakan demi pesugihan. Tak jarang  juga anak ayam Rp120 ribu per ekor, lalu dibelah dalam keadaan hidup. Setelah itu dibuang begitu saja.
Namun itulah mitos yang berkembang mengenai ayam ini.
Updated: March 17, 2014 — 6:49 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme