tokoternak.com

tempatnya beternak

AYAM SERAMA ‘GENTAR ALAM’ JAWARA DARI JAMBI

MUNGIL bukan cebol. Tapi mungilnya serama proporsional antara ukuran kepala, tubuh, dan panjang kaki. Inilah si Gentar Alam ayam mungil yang meraih juara dalam kontes ayam serama di Jambi baru-baru ini.
Gentar Alam dan Putra, dua ayam serama yang lihai bergaya di atas catwalk
Untuk mencetak juara seperti Gentar, Pak De begitu nama sang pemilik tidak memberikan perawatan khusus. Makanan yang diberikan untuk sang juara ini sama dengan ayam serama yang dimilikinya yakni dengan pur, jangkrik, sayuran, buah-buahan kates, toge dan dikasih makan minyak ikan untuk mempercantik bulu. Ia juga memberikan vitamin sebagai penambah energi. Agar tampil prima, Gentar juga dilatih dengan cara membuat suasana selayaknya kontes, yakni menyalakan musik dan membuat catwalk untuk tempatnya bergaya.
“Seminggu sekali harus mandi, juga dibiasakan bergaya diatas karpet, latihan dengan kawan-kawan. Ini juga jadi ajang silaturrahmi dan sharing dengan kawan-kawan,” ujar pria berkacamata ini menceritakan tentang jagoannya kepada Jambi Ekspres.
Alhasil, serama miliknya bisa meraih juara pada kategori jantan C dalam kontes yang diikuti oleh peserta yang berasal dari Palembang, Tembilahan, Linggau, Jambi dan sekitaranya.
“Gentar Alam ini baru pertama kali turun di catwalk langsung dapat juara. Peserta pada lomba ini berasal dari klub Kapas dari Palembang dengan membawa 15 aduannya, Pensil dari Tembilahan 25 ekor, Kopas dari Linggau 8 ekor dan sisanya dari Serama Orang Jambi (Seroja) dan lain-lain,” tuturnya.
Para pamenang dari semua kelas ini, yakni kelas anakan, anakan jantan, anakan betina, remaja, betina dewasa, jantan A, jantan B dan jantan C ini kemudian bersaing untuk menjadi yang terbaik pada laga bintang. Pada kelas ini Gentar yang berusia 1,5 tahun dan memiliki berat 4,8 ons bertengger diposisi kedua.
“Pada kelas BOB ini Gentar Alam meraih juara dua, hanya selisih 2,5 poin dengan Mega Taraweh dari Palembang yang pernah menjadi juara di kontes Asean Cup Kediri 2014,” imbuhnya.
Untuk penilaian dalam kontes yang diikuti oleh 120 ekor ayam serama ini dilihat dari beberapa segi, seperti gaya, postur badan, kebusungan dada, keindahan bulu dan ekor.
Pak De sang penggemar serama ini juga memberikan bocoran sedikit tentang bagaimana memelihara serama. Ia mengaku pemeliharaannya tidak jauh berbeda dengan ayam umumnya. Malahan sedikit lebih simple karena tidak membutuhkan tempat yang begitu luas.
“Kita cukup bikin kandang dengan ukuran 30X 40 CM. Saya memelihara 25 serama cuma di garasi, jadi lebih simple dibandingkan dengan ayam lain yang butuh tempat besar,” ujarnya.
Ia juga akan terus mengembangkan hobynya tersebut dan nantinya juga bersedia melepas serama kepaa yang berminat jika sudah punya anakan. “Kalau ada anakan yang bagus umur 2 sampai 3 bulan akan dijual dengan kisaran Rp 300 Ribu,” tandasnya.
Kemudian untuk menyalurkan hoby, ia juga akan mengadakan loma minimal tiga bulan sekali untuk mengasah kemampuan serama. Juga satu tahun sekali mau mengadakan kontes regional. “Sekarang ini peminat serama selain di Kota, ada juga di Tungkal, Sengeti, Bungo, Tebo, Batanghari dan Kerinci,” pungkasnya. (***)
Updated: February 24, 2014 — 6:16 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme