tokoternak.com

tempatnya beternak

GANGGUAN PENCERNAAN PADA AYAM

Gangguan saluran pencernaan pada ayam akan berdampak pada gangguan penyerapan makanan dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan ayam. Bagi ayam petelur, maka dampak nyatanya adalah menurunnya produksi telur. Perlahan-lahan ayam akan mati hingga akhirnya peternak akan mengalami kerugian yang sangat nyata.
Sumber pengganggu utama sistem pencernaan pada ayam berasal dari infeksi bakteri. Sepanjang tahun 2010, banyak kasus gangguan pencernaan ayam yang timbul. Penyakit yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah penyakit enteritis. Penyakit ini menyerang bagian usus ayam. Ternyata sebenarnya kuman penyebab enteritis ini sudah ada sejak lahir di dalam usus ayam dan tidak menimbulkan penyakit atau masalah, namun; faktor stress, gangguan cuaca, kandang yang terlalu padat mengakibatkan fisik ayam menjadi menurun dan timbullah penyakit ini.
Melihat kondisi cuaca yang seringkali berubah secara drastis saat ini, kondisi tubuh ayam cenderung menurun akibat stres dan pertahanan tubuhnya menjadi tidak optimal sehingga semakin memperbesar peluang munculnya penyakit.
HATI-HATI SAAT MUSIM HUJAN
Musim hujan yang masih terjadi disebagian besar wilayah Indonesia pun secara tidak langsung berperan dalam menyebarkan bibit penyakit ke peternakan. Penyebaran bibit penyakit bisa melalui pakan, tempat pakan, kotoran ayam dan air minum.
Berikut penjelasan beberapa penyakit bakterial yang berdampak pada gangguan pencernaan :
·    Infeksi Bakteri Clostridium sp.
·    Infeksi Escherichia coli
·    Infeksi Pasteurella multocida
·    Infeksi Salmonella sp.
Penularan Penyakit Pencernaan
Penyakit infeksi saluran pencernaan oleh bakteri dapat menular secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung melalui kontak dengan ayam sakit, sedangkan secara tidak langsung melalui kontak dengan pekerja kandang atau peralatan (alat-alat kandang, ransum, air minum dll) yang tercemar oleh bakteri.
Pada kasus penularan secara tidak langsung, bibit penyakit masuk ke dalam tubuh ayam diawali dengan tertelannya bakteri tersebut bersama pakan atau air minum yang terkontaminasi. Kemudian bakteri dalam tubuh ayam (saluran pencernaan) memperbanyak diri dalam usus, menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah.
Bakteri yang terdapat di dalam usus dapat menyebabkan peradangan dan penghancuran lapisan usus. Selain itu, bakteri juga akan menghasilkan toksin yang dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi oleh usus dan mengakibatkan peningkatan peristaltik usus, yang akhirnya terjadilah gejala diare.
Bakteri yang secara normal berada di dalam saluran pencernaan ayam pun bisa ikut menginfeksi. Hal ini dipicu oleh kondisi ayam yang menurun, sedangkan bakteri terus bertambah konsentrasinya. Konsentarsi bakteri yang tinggi dalam usus bisa dikeluarkan melalui feses dan dapat menginfeksi ayam lain.
Tindakan Pencegahan dan Pengendalian
Pengobatan suatu penyakit tidak akan berhasil optimal tanpa didukung biosecuriti dan manajemen pemeliharaan yang bagus. Adapun prinsip untuk mencegah penyakit diantaranya :
1.  Mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam Dalam mengurangi bibit penyakit yang ada di sekitar ayam maka langkah yang dapat ditempuh antara lain :
  • Istirahat kandang minimal selama 2 minggu dihitung setelah kandang sudah dalam keadaan bersih dan didesinfeksi. Hal ini bertujuan untuk memutus siklus hidup bibit penyakit
  • Lakukan desinfeksi kandang kosong dengan Sporades atau Formades. Pada 3 hari sebelum chicks in, lakukan kembali penyemprotan kandang beserta peralatannya baik tempat ransum maupun tempat minum dengan menggunakan Medisep
2.  Mencegah kontak antara bibit penyakit dengan ayam Untuk mendukung langkah pengurangan konsentrasi bibit penyakit, maka perlu dilakukan pencegahan kontak antara bibit penyakit dengan ayam. Langkah pencegahan tersebut dengan cara :
  • Mengatur lalu lintas karyawan, pekerja, tamu, kendaraan, hewan piaraan maupun hewan liar yang bisa menjadi sumber penularan
  • Pemberantasan vektor pembawa penyakit seperti tikus dan lalat dengan menggunakan insektisida
3.  Meningkatkan daya tubuh ayam Ketahanan tubuh ayam paling utama ditentukan oleh faktor ransum yang didukung dengan kondisi lingkungannya.
  • Lakukan monitoring terhadap konsumsi ransum. Penggantian pakan hendaknya dilakukan secara berkala (periodik). Untuk kasus NE, batasi pemakaian tepung ikan, gandum dan barley (jangan berlebih)
  • Perhatikan suhu, kelembaban, ventilasi, kepadatan kandang serta kualitas litter atau sekam. Dalam manajemen litter, lakukan pembolak-balikan litter untuk mencegah litter basah. Pada masa brooding, pembolak-balikan litter dilakukan secara teratur setiap 3-4 hari sekali mulai umur 4 hari sampai umur 14 hari. Segera ganti litter yang basah dan menggumpal. Jika jumlah yang menggumpal sedikit, maka dapat dipilah dan dikeluarkan dari kandang.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh maka dapat dilakukan pemberian multivitamin berupa Fortevit maupun Vita Stress yang dapat diberikan melalui air minum. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin juga berfungsi dalam membantu pertumbuhan dan mengatasi stres, mencegah penyakit akibat kekurangan vitamin serta mampu memperbaiki efisiensi ransum.
Updated: June 23, 2013 — 9:58 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme