tokoternak.com

tempatnya beternak

PERAWATAN AYAM BANGKOK

Pemeliharaan ayam bangkok sudah dimulai saat ia menetas. Saat menetas sampai usia 4 bulan adalah  masa pembentukan fisik ayam bangkok. Saat usia pertumbuhan inilah maka ayam harus diberikan konsumsi pangan dan kebebasan bergerak. Anakan yang memiliki konsumsi pangan dan selalu dikurung tidak akan memiliki fisik yang maksimal dan tidak kuat. 
Selain itu, awasi pula suhu yang dingin dari luar karena suhu dingin bisa memberikan hambatan yang serius terhadap pertumbuhan bulu ayam, karena itu perlu disiapkan kandang yang bisa berpindah-pindah untuk menghadapi perubahan suhu lingkungan dan ayam tidak menjadi stress. Sewaktu melakukan pemindahan tersebut, peternak sekaligus dapat mengadakan seleksi terhadap bobot ayam-ayam tersebut. Ayam yang memiliki pertumbuhan badan cepat dimasukkan dalam kandang yang sama, sedangkan ayam yang agak lambat pertumbuhanya dimasukkan ke kandang lainya. Hal ini berguna untuk menghindari kompetisi dalam berebut makanan, sebab ayam yang kecil biasanya kalah bersaing dalam aktivitas termasuk mencari makan. Ayam yang kurang aktif cukup terbelakang harus disingkirkan sebab jika terus dipelihara akan sakit-sakitan dan akan menularkan penyakit ke ayam yang lain. Dengan adanya seleksi ini, peternak dapat lebih menghemat tenaga dan biaya.

Dalam pemeliharaan ayam remaja, kita tidak perlu memisahkan ayam jantan dan ayam betina nya. Umur dua bulan belum memungkinkan ayam-ayam tersebut untuk kawin. Setelah memasuki umur 5 bulan, ayam dengan jenis kelamin berbeda sudah bisa dipisahkan guna menghindari kemungkinan ayam terlalu cepat mengalami dewasa kelamin. Perkawinan yang terlalu muda perlu dihindarkan karena keturunan yang di hasilkan mempunyai kualitas yang kurang baik. Oleh karena itu peternak perlu memisahkan ayam jantan dan betina dalam keandang tersendiri. Tempat pakan dan minum pada masa seperti ini sebaiknya di tempatkan diluar kandang dan dimasukkan jika hujan. Pakan yang diberikan sebaiknya dalam bentuk kering, supaya sisa-sisa pakan tidak menjamur dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari, masing-masing pagi dan sore hari. Sedangkan air minum diberikan secara bebas tanpa penjatahan melalui pipa atau bambu yang dibelah dua.

Updated: May 18, 2013 — 10:12 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tokoternak.com © 2015 Frontier Theme